Rabu, 02 Juli 2014

Empat Bulan Dalam Kandungan, Saat Ruh Ditiupkan

 
“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Hadits tersebut di atas menjelaskan proses kejadian manusia:
  • 40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental,
  • 40 hari kedua menjadi ‘alaqah atau segumpal daging,
  • 40 hari ketiga menjadi mudhghah atau segumpal daging.
Maka berdasarkan bulan sama dengan 4 bulan atau 120 hari. Dan pada bulan ke-4 seperti itu Allah Swt mengutus malaikat guna meniupkan ruh ke dalam janin yang terdapat di rahim ibunya. Dan momen ini seringkali diperingati oleh masyarakat Islam dengan sebutan 4 bulanan.


 Sebagai tanda syukur seorang hamba kepada tuhannya, Allah Swt yang telah memberikan anugerah dengan memberikan amanah berupa seorang buah hati, anak dan sebagai pendidikan prenatal (pendidikan sebelum lahir) bagi janin yang mulai hidup atau mulai diberi ruh, yang kelak bertujuan agar sang buah hati menjadi anak yang shaleh/shalehah, faham agama, serta menjadi anak yang mencintai dan mengamalkan alquran.

Niat baik inipun harus disertai dengan cara-cara peringatan yang baik. Artinya peringatan 4 bulanan diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran serta memanjatkan doa yang baik.


With Love,
RIY

Selasa, 01 Juli 2014

My baby-to-be's Developments (Part 1)

''Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ...."
(QS. Al-Mu'minun ayat 12-14.)

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan adanya enam fase terbentuknya janin dalam rahim.


Tahap pertama :
Sulalah 
Manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud dengan “ Sulalah” . Bahwa manusia itu tercipta dari satu sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila dibanding dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang mencapai jutaan sperma.  Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin ini, karena satu dari jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk membuahi ovum dari wanita.

Tahap kedua :

Alaqoh.
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).”

Tahap ketiga :

Mudghah 
(Segumpal Daging). ''Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.” 

Tahap keempat :
Ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.”

Tahap kelima :

“Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dagin...''  Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.

Tahap keenam :

“Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..''  Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter”

Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).


***

A Blessing...
Syukur Alhamdulillah dikasih amanah sama Allah SWT untuk mengandung dan memelihara janin di dalam rahimku saat ini.

Sejak menikah, hanya dikasih jeda sedikit untuk berdua sama suami. Surprisingly, bulan berikutnya sudah bertiga. Meskipun belum keluar wujud si calon bayi, tetep bilang bertiga ^_^. 
Kenapa bilang bertiga?
Karena aktivitas, rutinitas dan nutrisi mulai dipertimbangkan karena harus disadari bahwa setiap gerak gerik calon bapak dan ibunya akan berpengaruh langsung sama si calon bayi. 

Sesuai saran dokter kandungan, aktivitas - aktivitas yang berat mulai dikurangi. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh juga dijaga banget. Yang terpenting lainnya lagi adalah psikologis juga harus stabil.
 
Melewati trimester pertama kemarin memang cukup berat, namun support dari suami dan keluarga Alhamdulillah sangat membantu perkembangannya.

Antara surprised sama shocked sih waktu dinyatakan hamil.
Karena memang 1 minggu pasca menikah benar - benar ada di dalam masa subur dan udah diniatkan bareng suami. Pengen cepet - cepet momong anak.
Alhamdulillah, abis kaget langsung bahagia.

With Love,
RIY


 [To be continued...]


Minggu, 29 Juni 2014

Happy Ramadhan!



Alhamdulillah...

Now, we're experiencing Ramadhan in togetherness.
So much better..
We always make du'a for each other, can recharge our imaan and get more new spiritual practices.
I wish we are going to be stronger and get loved and loving each other for the sake of Allah SWT.

Amin.


Happy Ramadhan!




With Love,
RIY

Senin, 16 Juni 2014

Karena Janji Allah itu Pasti

Air mata itu mengalir dari sudut mata
tak sekedar tangis pilu, ada tangis syukur yang aku rasakan
Tatkala hijrah dikaitkan dengan kata pencitraan

Janji Allah itu pasti
Tiada dendam pada orang yang sinis dan lisan ini selalu berusaha berucap doa - doa yang manis
Begitulah sesungguhnya hijrah yang indah
pakaian takwanya menjadi pengontrol iman dan akhlak.

Aku tau aku tak sendiri...
Aku tau bahwa jalanku yang penuh luka  tak sebanding dengan perihnya perjuangan yang dilalui para nabi dan orang - orang shalih sebelumnya.

Aku tau Allah tengah merinduku untuk mengadu padanya lewat sujud - sujudku...
Sesungguhnya aku sangat menikmati setiap perjuangan untuk meniti ridhaNya, meski kadang lelah..
namun karena,

Janji Allah itu pasti,
Aku akan terus berusaha mendekatiNya...

Dan aku berlindung padaMu, Yaa Rabb...
Dari kelemahan hati, agar tetap teguh dan istiqomah.

Amin Yaa Robbal Alamin.

With Love,
RIY

Kamis, 12 Juni 2014

Resolusi Tahun Ini



Satu angka terlewati lagi, tanpa disadari momentum ulang tahun itu adalah moment berkurangnya usia.
Setahun yang lalu aku pernah dipaksa untuk menuliskan resolusiku untuk tahun baru di hari ulang tahunku. Resolusi biasanya hanya sekedar rencana, namun setelah kutuliskan dan berkali - kali kulihat ulang ternyata itu ikut memotivasiku untuk mewujudkannya.
Alhamdulillah.. Tahun kemarin, semua berjalan hampir mendekati sempurna.

Ada banyak peristiwa besar dalam hidupku yang belum disangka - sangka terjadi. Hal itu membuatku sadar akan banyak nikmat Allah yang tidak perlu kuminta namun telah Ia beri dan belum sempat kusyukuri.

Maka tahun ini, resolusiku adalah lebih banyak bersyukur dan intropeksi diri untuk memperbaiki diri agar satu persatu kekurangan yang ada di dalam diriku dapat ditutupi dengan kebaikan - kebaikanku yang lainnya.

Aku sangat bersyukur, rasanya Allah SWT telah banyak memberi...
Keluarga besar yang menyayangiku... Suami yang sholeh (All in one packaged klo sholeh ^_^)... dan calon anak yang saat ini sedang tumbuh di rahimku.
Meskipun selalu ada ujian di sisi lainnya, mungkin di sisi itulah aku rasa aku harus memperbaiki diri lagi.

Kadang orang lain bertingkah seakan -akan ia paling tau tentang diriku dan berbicara sesukanya atau bertindak sesukanya terhadapku. Atau hal - hal yang tidak disangka - sangka terjadi di luar upayaku yang sungguh - sungguh untuk melakukan yang terbaik namun masih belum dihargai dengan adil.

Everything we hear is an opinion, not always a fact. Everything we see is a perspective, not always the truth. I'm just being open minded in facing any situations in life...
Someone else can speak and act everything to me but I will go my best for myself and for everyone whom I love.
Because, I really thankful for having great people around me.

who are always there to...
protect me without restriction
correct me without judgement
motivate me without patronizing

 Suami dan keluargaku... 
 Sesungguhnya mereka yang paling mengerti dan selalu ada untukku. 


With Love,
RIY

Rabu, 11 Juni 2014

Twenty-five Years Old, Surprise, Blessings and Resolutions



Samar - sama kudengar suara ponselku berdering, dari dalam selimut.

Rasanya baru saja aku terlelap dalam tidurku.

Aku mencoba meraih ponselku dari dalam selimut, tanpa melirik jam dan siapa yang menelepon, aku angkat teleponnya.

Terdengar suara mama, suara yang khas... 
mama sibuk bernyanyi dan mengucapkan selamat ulang tahun untukku, lalu berganti suara adikku.

Aku tersenyum, dan mengucapkan terima kasih.

Tidak lama setelah sambungan telepon mama dan adikku selesai, kali ini suara papa dari seberang sambungan telepon. Sama. Ucapan selamat ulang tahun. :)

Sambungan telepon selesai, aku kembali memejamkan mata, masih dibawah selimut dan dengan ponsel masih di genggamanku.
Rasanya mengantuk sekali saat itu.
Suara - suara tadi bahkan seperti bagian dari mimpiku.

"Ayo de, tiup lilin dulu...". Tiba - tiba kudengar suara suamiku.

Mataku yang terpejam langsung mendadak terbuka dan segar.  Aku baru sadar.

"Ahaaaaa...ini hari ulang tahunku." Ucapku girang dalam hati.

Aku langsung menyingkap selimutku yang sejak tadi menutupi seluruh tubuh hingga kepalaku.

Kulihat suamiku dengan kue ulang tahun di tangannya, dengan lilin yang menyala.

Sedikit melirik jam di dinding, 00 : 15, ternyata benar ini dini hari di hari ulang tahunku. 11 Juni 2014. Aku semakin sadar.

Aku benar -benar terkejut bahagia, karena sejak suamiku pulang kerja aku tidak melihat ada tanda -tanda kue ulang tahun ia bawa pulang.

Aku peluk suamiku sambil mengucapkan terima kasih , di sela -sela ia sedang memanjatkan doa -doa indah untuk segala kebaikanku. Lalu aku bergegas meniup lilin.

*** 


11 Juni 2013

Rasanya bahagia sekali, bahagianya berkali - kali lipat... karena keluarga dan suamiku sangat peduli padaku. Alhamdulillah... Yaa Allah...

Dan anugerah Allah lainnya, ini adalah ulang tahun keduaku bersama suamiku, meski tahun lalu belum menikah, namun saat ini kami telah disatukan Allah dan terlebih lagi kado indah yang Allah kasih karena aku tengah mengandung. Subhanallah yaaaaaaaa..... Alhamdulillah...




11 Juni 2014







***

Hari ini pun tepat satu tahun blog ini kubuat, yaitu pada ulang tahunku yang lalu, namun aku posting di bulan berikutnya untuk pertama kali.
Blog yang aku harapkan untuk menjadi salah satu media pengingatku...yang memotivasi diriku untuk memperbaiki diri...
Karena melalui Blog ini, aku tulis pengalamanku baik dalam makna tersirat maupun tersurat.
Yang aku harapkan akan selalu mengingatkanku bahwa di setiap perjalananku selalu ada tangan Allah yang menolongku untuk selalu memilih arah untuk jalanku melangkah.

 

Tahun lalu, mantan pacarku (baca : suamiku) bantu aku untuk menuliskan resolusi ulang tahunku, agar aku tidak hanya melewati hari - hari yang berlalu tanpa hal - hal yang lebih baik yang dapat aku raih, agar bertambahnya usiaku tidak terlewat dengan sia - sia.

Namun khusus tahun ini...
Resolusiku telah kuucapkan dalam hati, dengan niat yang kuat.
Semoga Allah selalu memberi kemudahan - kemudahan untukku menjalani setiap rencana baikku agar sebaik rencana yanG telah Dia tetapkan untukku.
Amin Yaa Robbal Alamin.


With Love,
RIY

Senin, 12 Mei 2014

I feel like I'm the luckiest person of all

What a long time...
Finally open this blog.
Too many stories passed, too many words I could find to describe how I really thankful to Allah SWT.
What a great new life...
maybe, I'm too afraid but everything happened well
since the preparation of my wedding day until today...
These days more amazing because my husband and I will be a parent.
So much blessings.
I'm so regret of my fear before
I was so fool
Hardly thinking about how life will bring my destiny
But,
Allah SWT has brought, always brought me well... very well..
Right time
Right moment
I don't know how to describe how I really lucky by all the destiny 
Place I belong to
Persons I met
I feel like I'm the luckiest person of all


With Love,
RIY